Makalah Riset Pemasaran

” PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI, KUALITAS PRODUK DAN KEBIJAKAN HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN FREON MUSICOOL HYDROCARBON PADA PT URIP SUMBER JADI

CABANG SEMARANG”

 

DISUSUN UNTUK MEMENUH TUGAS MATA KULIAH

RISET PEMASARAN

 

 
   

 

 

DISUSUN OLEH :

NAMA          : DIAN DWI MULYA

NIM              : B.133.10.0014

 

 

 

 
   

 

PROGRAM STUDI DIII MANAJEMEN PERUSAHAAN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEMARANG

TAHUN 2012

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1.Latar Belakang Penelitian

Perkembangan dan kemajuan teknologi menyebabkan semakin pesatnya pembangunan disegala bidang, sehingga kesempatan untuk berusaha atau memperoleh peluang bisnis semakin terbuka yang memberikan prospek yang sangat baik bagi pengusaha. Hal ini memberikan dampak yang sangat positif bagi perekonomian Indonesia pada umumnya.

Kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu manajemen dapat mempengaruhi perkembangan perusahaan, dimana terlihat dari banyaknya perusahaan yang berhasil dalam pencapaian tujuannya. Hal ini dapat dicapai, karena perusahaan tersebut dikelola oleh orang-orang yang berlatar belakang pendidikan dan berpengalaman, sehingga mampu memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknolgi (IPTEK) atau dengan kata lain bahwa keberhasilan perusahaan dalam operasionalnya tergantung maanjer yang professional.

Namun dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidup suatu perusahaan, seringkali perusahaan tersebut dihadapkan pada berbgai kesulitan, misalnya kesulitan didalam merebut pangsa pasar yang lebih luas sebagai akibat dari persaingan antar perusahaan yang sejenis, serta perilaku atau sikap pelanggan terhadap produk/jasa, terutama selera pelanggan yang selalu berubah setiap saat. Inilah yang merupakan tantangan bagi perusahaan, khususnya bagi manajer perusahaan untuk mengatasi keadaaan tersebut.

Menurut H.Irawan (2002) memberikan kepuasan pelanggan merupaakn tujun utama suatu perusahaan yang menganut konsep pemasaran. Ini berarti bahwa konsep pemasaran mengajarakan bahwa perumusan strategi pemasaran mengajarakan bahwa perumusan strategi pemasaran memberikan suatu rencana yang diutamakan untuk mecapai tujuan tersebut, harus berdasarkan kebutuhan dan keinginan pelangganya. Sedangkan menurut Philip Kotler (2000) dan Kelvin Lane Keller (2009) bukanlah merupakan pernyataan yang menunjukkan usaha-usaha pokok yang diarahkan untuk mencapai tujuan, strategi pemasaran itu terdiri dari unsur-unsur pemasaran terpadu (product, price, place, promotion) yang selalu berubah sejalan dengan aktivitas perusahaan dan perubahan-perubahan lingkungan pemasarannya serta perubahan perilaku pelanggan.

Tujuan suatu perusahaan disamping untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan usahanya, juga berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan keahlian dan kemampuan manajemen dalam mengkombinasikan fungsi-fungsi yang ada dalam perusahaan, yaitu fungsi produksi, pemsaran, personalia, keuangan dan fungsi lainnya, serta mampu mensiasati perubahan lingkungan yang terjadi setiap saat.

Perusahaan yang memandang bahwa sitem pemasaran merupakan faktor yang penting untuk mencapai sukses perusahaannya, akan lebih mudah dalam memasuki pasar sasaran.

Dengan berbagai kegiatan pemasaran, perusahaan dapat memeperkuat posisinya dipasaran. Posisi perusahaan dipasaran dapat dilihat dengan pangsa pasar (market share) yang dikuasai. Disamping itu, posisi perusahaan dapat pula diketahui daro pendapat pelanggan terhadap atribut-atribut yang dimiliki oleh produk perusahaan. Dalam pada itu, kuat lemahnya perusahaan dipasaran sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam memberikan kepuasan pada pelanggannya melalui produk yang dihasilkan dan dipasarkan.

Menurut H.Irawan (2002) adanya kepuasan pada diri pelanggan, maka produk perusahaan dapat memperoleh citra baik dari pelanggan dan pada gilirannya akan memperoleh loyalitas dari pelanggan. Dengan tumbuhnya loyalitas pada diri pelanggan, maka pelanggan akan melakukan pembelian berulang-ulang serta menambah jumlah pembelian mereka. Jadi, pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan merupakan syarat bagi kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan. Dengan memahami perilaku pelanggan diharapkan dapat merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk dapat menarik pelanggan sebanyak mungkin dan secara kesulurahan dapat meningkatkan prestasi perusahaan.

 

PT. Urip Sumber Jadi sebagai Dealer PT. Pertamina dan menjual produk Freon Musicool Hydrocarbon di produksi leh PT. Pertamina. Dalam kegiatannya perusahaan ini selalu berusaha  memberikan kepuasan pelanggan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai upaya yang elah dilakukan, antara lain menawarkan Freon Musicool Hydrocarbon, harga yang bersaing, dan sebagainya.

Freon Musicool Hydrocarbon adalah salah satu tipe Freon pendingin yang ditawarkan perusahaan PT. Urip Sumber Jadi Cabang Semarang. Walaupun tipe Freon ini mendapat persaingan dipasar dari berbagai produk Freon pendingin lainnya, seperti produk Refrigerant, Klea, Hycool dan sekelas lainnya, Freon Musicool Hydrocarbon telah memiliki pangsa pasar tersendiri. Namun yang perlu dicermati adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan dalam pembelian Freon.

Dalam peluncuran perdananya sudah langsung menarik konsumen dan menjadi market leader untuk produk Freon. Di samping itu, kita telah mengetahui bahwa PT. Urip Sumber Jadi Cabang Semarang menjadi perusahaan tunggal yang menjual produk Freon Musicool. Hal ini telah dibuktikan bahwa Freon Musicool Hydrocarbon mempunyai kualitas produk  terbaik dibandingkan dengan yang lain.

Di samping kualitas produk, tinjauan terhadap harga juga semakin penting, karena setiap harga yang ditetapkan perusahaan akan mengakibatkan tingkat permintaan terhadap produk berbeda. Dalam sebagian besar kasus, biasanya permintaan dan harga berbanding terbalik, yakni semakin tinggi harga, semakin rendah permintaan terhadap produk. Demikian sebaliknya, semakin rendah harga, semakin tinggi permintaan terhadap produk ( Kotler, 2001 ). Oleh karena itu, penetapan kebijakan harga yang tepat perlu mendapat perhatian yang besar dari perusahaan.

Pada hakekatnya harga ditentukan oleh biaya produk. Jika harga yang ditetapkan oleh perusahaan tepat dan sesuai dengan daya beli konsumen, maka pemilihan suatu produk tertentu akan dijatuhkan pada produk tersebut (Basu Swastha dan Irawan, 2001). Bila konsumen bersedia menerima harga tersebut, maka produk tersebut akan diterima oleh masyarakat. Perusahaan menetapkan harga karena berbagai pertimbangan, namun ada baiknya jika dalam penetapan harga tersebut disesuaikan juga dengan nilai, manfaat, dan kualitas produk.

PT. Urip Sumber Jadi Cabang Semarang dalam menjual produknya juga memperhatikan harga dengan kualitas produknya. Untuk lebih menarik konsumen, PT. Urip Sumber Jadi Cabang Semarang memberikan potongan langsung dan hadiah langsung kepada konsumen yang membeli Freon Musicool Hydrocarbon  secara tunai.

Seiring perkembangan waktu munculnya pesaing baru yang lokasinya berdekatan dengan PT. Urip Sumber Jadi Cabang Semarang  akan menghambat tingkat penjualan produk semakin turun. Hal ini menyebabkan konsumen dapat membandingkan produk sebelum memilih dan membeli produk yang sesuai dengan keinginan dan harapannya. Sehingga berdampak langsung pada tingkat penjualan produk Freon Musicool Hydrocarbon.

Berikut adalah laporan penjualan tahun 2012 pada PT Urip Sumber Jadi Cabang Semarang berdasarkan Surat order pembelian yang dikeluarkan perusahaan adalah  sebagai berikut :

Tabel 1.1

Data penjualan Freon Musiool Hydrocarbon di

PT. Urip Sumber Jadi Sebagai Dealer PT. Pertamina Cabang Semarang

Tahun 2011-2012

 

Bulan

Tahun

Target Penj. Tabung

Penj. Tabung

Pertumbuhan (%)

Keterangan

Januari

2011

50

40

80

Tidak memenuhi target

Februari

2011

50

47

94

Tidak memenuhi target

Maret

2011

50

43

84

Tidak memenuhi target

April

2011

50

55

110

Diatas target

Mei

2011

50

42

84

Tidak memenuhi target

Juni

2011

50

39

78

Tidak memenuhi target

Juli

2011

50

46

92

Tidak memenuhi target

Agustus

2011

50

54

108

Diatas target

September

2011

50

56

112

Diatas target

Oktober

2011

50

49

98

Tidak memenuhi target

November

2011

50

50

100

Target

Desember

2011

50

44

88

Tidak memenuhi target

Januari

2011

50

45

90

Tidak memenuhi target

Februari

2011

50

42

84

Tidak memenuhi target

Maret

2011

50

50

100

Target

Sumber : PT. Urip Sumber Jadi Cabang Semarang

 

            Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa penjualan Musicool mengalami penurunan yang terfluktuasi dari bulan ke bulan tahun terkahir. Angka tertinggi dicapai pada bulan September 2011 yang sebesar 56 tabung, sedangkan angka terendah penjualannya pada bulan Juni 2011 yakni sebesar 39 tabung. Berdasarkan tabel di atas penjualan musicool mengalami penurunan dengan rata-rata sebesar 22,8%.

Berdasarkan latar belakang masalah, maka dalam penelitian ini dapat disusun judul ” Pengaruh Saluran Distribusi, Kualitas Produk dan Kebijakan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Freon Musicool Hydrocarbon Pada PT Urip Sumber Jadi Cabang Semarang  “.

1.2 Rumusan Masalah.

Adapun masalah yang akan dibahas dalam penelitian adalah :

a)      Bagaimana pengaruh saluran distribusi terhadap kepuasan pelanggan Freon Musicool Hydrocarbon Pada PT Urip Sumber Jadi Cabang Semarang.

b)      Bagaimana pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan Freon Musicool Hydrocarbon Pada PT Urip Sumber Jadi Cabang Semarang.

c)      Bagaimana pengaruh kebijakan harga jual terhadap kepuasan pelanggan Freon Musicool Hydrocarbon Pada PT Urip Sumber Jadi Cabang Semarang.

 

1.3.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1.3.1 Tujuan Penelitian.

a)      Untuk mengetahui pengaruh saluran distribusi terhadap kepuasan pelanggan Freon Musicool Hydrocarbon Pada PT Urip Sumber Jadi Cabang Semarang.

b)      Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan Freon Musicool Hydrocarbon Pada PT Urip Sumber Jadi Cabang Semarang.

c)      Untuk mengetahui pengaruh kebijakan harga jual terhadap kepuasan pelanggan Freon Musicool Hydrocarbon Pada PT Urip Sumber Jadi Cabang Semarang.

1.3.2 Kegunaan Penelitian.

a)      Bagi Peneliti

Menambah pengetahuan dan wawasan tentang manajemen pemasaran dan perilaku konsumen pada uniumnya dan khususnya pada pokok-pokok bahasan mengenai motivasi, budaya organiusasi dan disiplin kerja terhadap kinerja.

b)      Bagi PT Urip Sumber Jadi Cabang Semarang

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan untuk mengetahui bagaiman startegi pemasaran yang sebaiknya dilakukan agar dapat meningkatkan omzet penjualan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Article English

Economic  Crisis Hits Global Poor

About 53 million people condemmed to poverty after last year’s downturn

The global financial crisis will condemn about 53 million more people to extreme poverty and contribute to 1.2 million child deaths in the next five year, according tothe world bank and International Monetary Fund (IMF). More than one billion people, or one-in-six people on the planet, are struggling to meet basic food needs, leading to disease and ultimately death in many young children and pregnant women, a report published on Friday, said. However, despite these setbacks, the joint report said the overall number of people living on lesss than $ 1.25 a day, the definition of “extreme poverty”, would fall to 920 million by 2015 compared to 1.8 billion in 1990. This puts emerging nations broadly on track to achieve a United Nations “Millennium  Development Goal” of halving 1990 rates of extreme poverty by 2015. The “financial crisis was a severe external shock that hit poor countries hard, “Murilo Portugal,the IMF deputy managing director, said in a statement. “ Its effects could have been far worse were it not for better policies and institutions in developing countries over the past 15 years “ . The report said that the fallout would have been more serious had developing countries had soubd macroeconomic policies before the crisis not given them room to maintain social safety nets in hard times. “ the crisis in the developing world has a potentially serious impactin everyday life since the margin of safety for so many people is so slim in even the best of times.”

Vested interests

            Jeremy Batstone Carr, the head of research at Charles Stanley, a UK financial firm, told Al Jazeera that the IMF protectionism was restricting the ability to pull peopleout of poverty and reduce inequality. “ The IMF and World Bank have strong vested interest in trying to pursue ang agenda of globalisation, the ultimate goal of which will be to lift people above the $1.25 a day poverty line,” he said. There are considerable concerns about whether there is real globalisation or weather countries around the world concerned about their own economic environments are actually putting protectionist barriers up therefore limiting the scope for globalisation, hence the IMF concern. In a very powerless economic recovery, as we have in the West, countries tend to look after themselves and don’t tend to

 

think about the poorest in the world.” The extra millions condemned to hardship come despite a strong recovery being forecast in the developing countries of Asia, Africa and Latin America .

Indebted World

            Aly Khan Satchu , a financial analyst, told Al jazeera the developed world “ is more indebted than it was after the Second World War “ after spending trillions of dollars on stimulating their domestic economies. “ In times of crisis, the developed world has sucked a lot of the liquidity out of the system,”he said. “ In an environment where we had these sorts of lurches in the global economy, those in the fringes suffer the most. “ We have lacked progress and achieved an uneven recorevery in the last two years.” The IMF is forecasting growth of 6.3 per cent for emeging and developing economics this year and 6.5 per cent for 2011, with much of the stimulus coming from chinese expansion of around 10 per cent, and strong performance by India, Brazil and Indonesia. Sub Saharan Africa, the poorest region, is likely to expand 4.7 per cent in 2010 and 5.9 per cent the year after, putting it back on the growth cycle it enjoyed in the years leading up to the crisis. Africa, however, has still lagged behind behind Asia in cuttingpoverty, with extreme hardship rates falling only to 51 per cent in 2005 from 58 per cent in 1990, th report said.

 

           

 

 

                                                                                                            By : Dian Dwi Mulya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dian

Dian

Posted in Uncategorized | Leave a comment